Ini adalah dua pantai yang ada di wilayah Kabupaten Bantul. Mudah dicapai jika dari kota Yogyakarta. Keindahannya akan tampak saat matahari tenggelam atau saat sunset.
Pada 16 Desember 2022, saya berkesempatan melakukan perjalanan ke Denpasar, Bali. Lalu dalam perjalanan pulang, saya berencana menyambangi lokasi wisata ini. Menginap semalam di Ketapang, pagi tanggal 20 Desember 2022, dengan menyewa sepeda motor saya datang ke Hutan Wisata De Djawatan. Awal mula tempat ini adalah sebuah lokasi penimbunan hasil hutan yang dikelola oleh Perhutani. Kemudian alih fungsi menjadi lokasi wisata. De Djawatan, merupakan wisata hutan yang menyajikan pemandangan alam dengan rerimbunan pohon Trembesi yang mendominasi seluruh area. Pohon Trembesi yang ada di De Djawatan memiliki usia ratusan tahun dan memiliki diameter mencapai 3 meter. Sehingga tempat ini terasa sejuk dan rindang bagi para pengunjung. Wisata ini berada di daerah Banyuwangi selatan, tepatnya di Desa Benculuk, Cluring-Banyuwangi. Harga tiket masuk (HTM) relatif murah yaitu sebesar Rp. 5.000 / orang di semua hari. Loket dibuka mulai jam 07:00 WIB s/d jam 17:00 WIB. Adapun untuk kendaraan roda 2 dan ...
Pasar Papringan adalah atraksi wisata berkonsep pasar yang diadakan di area Hutan Bambu Ngadiprono Temanggung. Dan uniknya hanya dibuka berdasar penanggalan Jawa pada Minggu Wage dan Minggu Pon. Atau dalam 35 hari, hanya buka dua kali saja. Nah, keunikan berikutnya adalah pembayarannya menggunakan potongan bambu / uang pring . Saat masuk harus menukar uang dengan rentengan Uang Pring . Semua yang ada disini ditransaksikan dengan Uang Pring . Satu renteng Uang Pring Jual Beli Kupat Tahu berharga 5 Pring Pasar Papringan menjual berbagai macam makanan dan jajanan ndeso. Berbagai kerajinan bambu dan minuman. Satu hal lagi, jika kita membawa pulang jajanan atau oleh oleh, kita harus memakai tas bambu, tidak pakai plastik. Penjual Kupat Tahu Mbak ayune penjual Dawet Ayu Jajanan Klepon Jajanan Gronthol Penjual Klepon Dalam area Pasar Papringan, banyak spot foto apik tersedia disamping interaksi alamiah antar pengunjung dan warga. Malu Malu bermain Ayunan Bambu Berdua Interaksi Penjual dan Pe...
Masjid Mataram Islam Masjid ini berada dalam satu area dengan Kompleks Makam pendiri Kerajaan Mataram Islam beserta keluarga di Kotagede. Masjid Kotagede ini dibangun pada zaman Kerajaan Mataram pada tahun 1586 oleh Panembahan Senapati bersama-sama dengan masyarakat setempat yang umumnya Hindu dan Buddha. Masjid ini mempunyai prasasti yang menyebutkan bahwa masjid dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama dibangun pada masa Sultan Agung hanya berupa bangunan inti masjid yang berukuran kecil sehingga saat itu disebut langgar. Tahap kedua masjid dibangun Raja Kasunanan Surakarta, Paku Buwono X. Gerbang Masuk sentuhan Hindu/Budha Penanda Tahun Serambi Depan Pintu Masuk Utama Pengajian sebelum Buka Puasa Telah masuk dalam perlindungan Cagar Budaya Bedug dan Kentongan Mihrab dan Mimbar Utama Lampu Ruang Utama dan Atap Tajug Pintu samping Masjid ini dibangun dengan gaya arsitektur tradisional Jawa. Dengan Gapura menuju Masjid menjadi satu dengan Kompleks Makam, disini terlihat ada pengar...
Comments
Post a Comment